Minggu, 21 April 2013

MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN “Kreasi Lampu Boneka Berbahan Benang”


BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Produk kreatif dan unik bukanlah hal baru bagi Tri, karena sebelum terjun ke usaha pembuatan boneka lampu ini, Tri terlebih dahulu menekuni usaha bola temari yang merupakan sebuah kreasi bola asal Negara Jepang yang dibuat dengan cara menyulam benang. Dengan pengalamannya membuat kreasi bola temari tersebut maka Tri mencoba mengembangkan kreasi produknya dengan membuat casing lampu, karena banyak orang yang menyangka hiasan bola temari adalah sebuah casing lampu yang mirip dengan bola temari ini.
Dalam membuat kreasi lampu uniknya yang dirintis sejak pertengahan tahun 2011 ini, Tri mengaku tidak merasa kesulitan karena cara pembuatannya hampir sama dengan membuat bola temari. Yang membedakan antara bola temari dengan lampu boneka ialah media sebagai penggulungannya. Jika pada temari berupa kain Dacron, kain bekas, atau pun jaring buah, sedangkan pada casing lampu, media yang digunakan berupa bola karet dengan bentuk yang lebih bulat sempurna sehingga bola dapat dikeluarkan dengan cara dikempeskan ketika benang telah disulam sempurna. Selain isi bola, perbendaan lain antara temari dengan casing lampu, pada bola temari gulungan benang dieratkan dengan cara disulam, sedangkan pada casing lampu gulungan benang dieratkan dengan cara dilem.



BAB II ISI
A.                Proses yang Dilewati Oleh Tri Isti
Dengan bekal pengalaman dari usaha bola temari Tri mulai merintis usaha pembuatan boneka lampu atau casing lampu meja di pertengahan tahun 2011 dengan modal awal sebesar Rp 700ribu yang digunakan untuk membeli benang jahit, bola karet, kawat, lem, lampu lengkap dengan dudukan lampu, serta stop kontak dan kabelnya yang dibeli dari beberapa toko di sekitar rumahnya yang terletak di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Dengan bentuknya yang unik yang menyerupai boneka karakter seperti Doraemon, Spider-Man, Angry Birds dan lain sebagainya membuat casing lampu boneka ini banyak diminati konsumen.
Casing bola lampu yang dibuat Tri ini bisa dikatakan sangat unik, selain bentuknya yang lucu menyerupai berbagai karakter tokoh yang banyak dikenal masyarakat, dengan menggunakan bahan baku benang jahit membuat tampilan casing lampu ini sangat berbeda. Pada awalnya Tri hanya membuat casing lampu berbentuk kepala karakter kartun, namun banyaknya pelaku usaha sejenis membuat Tri mencoba mengembangkan casing lampunya tidak hanya berbentuk bola saja, melainkan menjadi bentuk lain yang lebih menarik dan berbeda, yaitu menampilkan karakter kartun secara keseluruhan (kepala dan badan) lengkap dengan kepala, mulut dan bagian tubuh lainnya sehingga bentuk yang dihasilkan mirip dengan karakter aslinya. Ukuran casing boneka lampu buatan Tri, panjang 26 cm, diameter bagian kepala 15 cm, dan bagian badan 10 cm. selain menggunakan benang sebagai bahan baku utama, bagian tubuh lainnya seperti bentuk mata, kuping, bibir serta alis, Tri mengombinasinya dengan bahan kain flannel.
Pada bagian belakang kepala boneka terdapat lubang berdiameter 7cm sebagai tempat untuk mengganti bohlam lampu kalau mati, dan juga sekaligus sebagai lubang sirkulasi udara agar udara panas yang dihasilkan oleh lampu bisa mengalir keluar sehingga casing lampu tidak terlalu panas, mengingat bahan yang digunakan adalah benang yang mudah terbakar. Satu lubang lagi terdapat pada bagian bawah badan dengan diameter 6 cm yang berfungsi untuk memasukkan dudukan dan bola lampu.
Adapun daya bola lampu yang dipilih oleh Tri untuk menerangi bonekanya sebesar 15 watt yang dipasang pada bagian dalam kepala boneka dengan menggunakan kawt seng berukuran 20 cm yang terhubung dengan dua lapis dudukan lampu berbahan kaca mika, yang pertama berbentuk bulat mengikuti bentuk lubang bagian bawah badan boneka berfungsi sebagai penyeimbang agar casing lampu dapat berdiri tegak, dan yang satu lagi berbentuk persegi berukuran 10 x 10 cm berfungsi sebagai dudukannya.
Keunggulan casing boneka lampu buatan Tri terletak pada bentuk boneka yang mirip dengan karakter aslinya. Walau casing yang dibuatnya berbentuk bola, namun Tri akan selalu mengusahakan agar casing buatannya benar-benar mirip dengan tokoh kartun yang akan dibuatnya, seperti warna baju atau kulit, bentuk mata, telinga, bibir serta alis, bahkan jika karakter tersebut memiliki rambut maka Tri pun akan membuat rambut agar terlihat seperti aslinya.
Karakter yang saat ini telah dibuat Tri di antaranya  Superman, Spider-Man merah dan hitam, Angry Birds, Shaun The Sheep, Mickey Mouse, Hello Kitty, dan lain sebagainya. Di antara berbagai karakter tersebut tiga di antaranya, yaitu Angry Birds, Shaun The Sheep dan Doraemon paling banyak peminatnya. Selain tokoh-tokoh karakter tersebut, Tri juga menerima pesanan pembuatan casing boneka secara customized atau sesuai dengan keinginan pemesan, seperti boneka couple, boneka muslim, boneka logo perusahaan, dan lainnya.
Berbeda dengan pelaku usaha kebanyakan mempromosikan usahanya dengan mengandalkan dunia internet, Tri lebih memilih berpromosi dengan cara mengikuti pameran. Alasannya, penjualan melalui internet biasanya secara retail alias satuan, beda dengan pameran yang terkadang bertemu dengan beberapa calon Agen dan reseller. Bila dari pameran pembeli bisa melihat dan memegang langsung produk yang dibuatnya sehingga mereka bisa mengetahui kualitasnya.

B.                 Jenis Pekerjaan yang Digeluti Oleh Tri Isti
a.                  Gaya Manajemen
Menurut gaya manajemen, jenis wirausaha yang digeluti Tri termasuk gaya artisan. Artisan adala gaya manajemen dimana seseorang memulai bisnisnya dengan keahlian teknis sebagai modal utama dan sedikit pengetahuan bisnis.
Tri memiliki modal keahlian teknis pada dirinya, dan pengetahuan bisnis pada awalnya ia dapatkan dari usaha yang pernah ditekuni yaitu usaha bola temari. Sesuai dengan karakteristik gaya manjemen artisan yang dimiliki Tri, yaitu:
1.                  Menggunakan sedikit modal, yakni dengan modal hanya Rp 700ribu.
2.                  Membatasi strategi pemasaran pada komponen harga secara tradisional, Tri memasarkan casing lampu sesuai harga pasar pada umumnya, dan dalam mempromosikan produknya tidak seperti kebanyakan pelaku usaha yang mengandalkan internet, tapi ia mempromosikan usahanya dengan mengikuti pameran.
3.                  Usaha penjualan dilakukan secara perorangan, Tri melakukan usaha penjualannya sendiri.

b.                  Kegiatan
Menurut kegiatan manajemennya, usaha yang digeluti Tri adalah jenis perusahaan kecil menarik. Perusahaan kecil menarik adalah perusahaan kecil yang memberikan laba besar bagi pemiliknya.
Dengan modal yang hanya Rp 700ribu, Tri dapat memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar dari modal awalnya yaitu sebesar Rp 5.785ribu per bulan.

c.                   Keuntungan dan Kelemahan Dari Pekerjaan yang Digeluti Tri Isti
a.                  Keuntungan
Harga satu casing lampu buatan Tri seharga Rp 90ribu. Dan dalam satu bulan Tri bisa membuat 150 pcs casing lampu boneka. Keuntungan yang diperoleh Tri dari penjualan boneka lampu yang dibuatnya, Tri mendapatkan omset Rp 13,5 juta per bulan. Dan setelah dikurangi pengeluaran dari biaya bahan baku dan biaya operasional maka keuntungan bersih yang didapatkan oleh Tri adalah Rp 5.785ribu per bulan (42% dari omset).
b.                  Kelemahan
Kelemahan dari usaha boneka lampu yang digeluti Tri ini terletak pada kendala yang kerap menjadi perhatian para pelaku usaha lampu kreatif yaitu semakin banyaknya pelaku usaha baru yang sama terus bermunculan. Namun hal tersebut dapat di atasi oleh Tri dengan terus mengembangkan kreativitasnya dalam pembuatan boneka lampu yang berbeda dari yang lain.


d.                  Potensi yang Dimiliki Tri Isti
Setelah melihat proses usaha yang dilewati Tri, dapat diketahui potensi yang dimiliki Tri sebagai berikut.
1.                  Memiliki kemampuan inovatif
Walaupun banyaknya pelaku usaha yang sama dengan Tri namun tri memiliki kemampuan untuk terus mengembangkan kreativitasnya dalam membuat boneka lampu yang berbeda dari yang lainnya.
2.                  Adanya keinginan untuk berprestasi
Tri terus membuat boneka lampunya dengan kreativitas yang dimiliki agar boneka lampu yang dibuatnya dapat menarik konsumen.
3.                  Berorientasi pada tujuan
Dengan memperhatikan minat konsumen yang membuat Tri mengambil peluang usaha dalam pembuatan boneka lampu, jelas, Tri memiliki tujuan untuk mendapat keuntungan yang besar dengan banyaknya minat konsumen.

E.                 Karakteristik Tri Isti
Karakter wirausaha yang dimiliki Tri adalah sebagai berikut.
a.                   Percaya diri
Dengan memperhatikan minat konsumen, dalam usaha boneka lampu dengan bekal kreativitas yang dimiliki Tri yakin dan percaya diri bahwa produknya dapat menarik konsumen.
b.                  Berorientasi pada tugas dan hasil
Dengan kerja keras dan tekad yang dimiliki Tri, maka usahanya tersebut dapat berjalan dan meraih hasil yang memuaskan.
c.                   Pengambilan risiko
Risiko utama dan usaha boneka lampu ini adalah banyaknya pelaku usaha yang sama dengan usaha Tri ini. Namun Tri siap mengambil risiko dengan kerja kerasnya untuk menghasilkan boneka lampu yang lebih berkualitas.
d.                  Keorisinilan
Dengan bekal kreativitasnya Tri dapat menciptakan boneka lampu dengan berbagai bentuk karakter tokoh yang dikenal di masyarakat sehingga menarik peminat.



BAB III PENUTUP
Kesimpulan
1.                  Usaha Tri Isti dalam membuat boneka lampu berawal dari pengalamannya membuat kreasi bola temari dan dikembangkan kreasi produknya dengan membuat casing lampu.
2.                  Modal awal Tri Isti dalam usaha boneka lampu adalah Rp700ribu, omset yang diperoleh mencapai Rp13,5 juta perbulan dengan keuntungan bersih Rp5.785ribu per bulan.
3.                  Tri mempromosikan produknya dengan mengikuti pameran.
4.                  Kendala dalam usaha yang digeluti Tri adalah banyaknya pelaku usaha yang sama dengan Tri.

DAFTAR PUSTAKA
Sidik, Sofyan. 2012. Kreasi Lampu Boneka Berbahan Benang.
          PELUANG WIRAUSAHA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar